AD (728x90)

Pages

Senin, 28 April 2014

Contoh Teks Anekdot


 Contoh Teks Anekdot
    Anekdot pelayanan publik.
JALAN DESA
Hari minggu ini udara segar di desaku. Semua anak desa merencanakan untuk bersepeda mengelilingi desa. Setelah adzan subuh berkumandang kami semua bernagkat bersama untuk pergi ke masjid di desa kami, melaksanakan shalat jamaah. Setelah melaksanakan solat berjamaah kami bersepeda bersama.
Kami semua bersepeda sambil bercanda gurau bersama, saat sampai di jalan dekat sungai kami semua memutuskan untuk membasuh wajah sebentar, setelah itu kami bergegas untuk melanjutkan perjalanan  kami. Sesampainya di pojok desa kami teringat kalau di depan rumah pak RT  jalannya rusak, tapi kami tetap semangat dan tidak menghiraukan hal ini.

            Setelah itu, sesampainya di jalan depan Pak RT, Udin berkata “Lo..gimana ni, kok bolong jalannya” ,lalu Joni menjawab “Bolongnya lebar lagi !” , “ya ni…. padahal  di depan rumah pak RT ” kataku. “Din, di tasmu ada sabit ” tanya Ade. “Buat pa,kok tumben kamu tanya sabit ! ” kata Udin,lalu Ade menjawab “Buat tebang pohon pisang tanem di jalan yang bolong ni”. “Ada – ada aja kamu ni ” saut Joni. Ade kembali menjawab “Kayak di TV tu lo…kalo ada jalan bolong di tanemi pohon pisang aja”.
            Kemudian kami tertawa sambil bilang “OOO,gitu ya, haha,bagus juga ide kamu De”. Setelah itu kami ember jalan yang bolong ini pohon pisang di jalan ini. Kami semua langsung kabur dengan sepeda karena takut  di marahi.
Selesai . . .

Abstraksi
Hari minggu ini udara segar di desaku. Semua anak desa merencanakan untuk bersepeda mengelilingi desa.
Orientasi
 Kami semua bersepeda sambil bercanda gurau bersama
Krisis
Udin berkata “Lo..gimana ni, kok bolong jalannya” ,lalu Joni menjawab “Bolongnya lebar lagi !” , “ya ni…. padahal  di depan rumah pak RT ” kataku. “Din, di tasmu ada sabit ” tanya Ade. “Buat pa,kok tumben kamu tanya sabit ! ” kata Udin,lalu Ade menjawab “Buat tebang pohon pisang tanem di jalan yang bolong ni”. “Ada – ada aja kamu ni ” saut Joni. Ade kembali menjawab “Kayak di TV tu lo…kalo ada jalan bolong di tanemi pohon pisang aja”.
Reaksi
“OOO,gitu ya” jawab kami semua.
“haha,bagus juga ide kamu De”
Koda
Setelah itu kami member jalan yang bolong ini pohon pisang di jalan ini. Kami semua langsung kabur dengan sepeda karena takut  di marahi.



 Anekdot pelayanan sekolah.

BIAYA SEKOLAH
Kring…kring…kring…mungkin cukup aneh tapi ini adalah bel sekolah kami, mohon di maklumi ya. Waktu istirahat telah tiba semua siswa keluar dari markas masing – masing. 99 %  menuju ke kantin, tetapi kami bertiga malah  menuju ke taman sekolah yang berada di samping ruang guru inilah markas kedua kami. Kami menikmati suasana indah dunia ini bersama kupu – kupu yang lucu, bunga yang menakjubkan, dan kumbang yang genit.  
Kami tiba – tiba terpusat pada salah satu sepanduk yang ada di tembok sekolahku. Di sepanduk tersebut tertuliskan “Sekolah Gratis”. Kami semua berfikir , apakah sekolah itu benar – benar gratis atau tidak ya ?, kemudian kalau gratis kok, masih ada orang tua yang masih bingung memikirkan permasalahan biaya sekolah anaknya ya, apa karena memang masyarakatnya yang bodoh atau pemerintahnya yang bodoh atau masyarakat yang dibodohi pemerintah atau pemerintah yang di bodohi masyarakat. Setelah itu kami tertawa karena tingkah kami itu. Lalu Adi berkata “Sampek sekarang permasalahan yang berhubungan dengan sekolah memang tidak ada akhirnya ”. kami menjawab “ iyaa..”
Kring…kring…kring bel tanda masuk kelas berbunyi. Kami semua masuk kelas untuk melanjutkan pelajaran selanjutnya.

Selesai . . .


Abstraksi
Kring…kring…kring…mungkin cukup aneh tapi ini adalah bel sekolah kami, mohon di maklumi ya. Waktu istirahat telah tiba semua siswa keluar dari markas masing – masing
Orientasi
Kami tiba – tiba terpusat pada salah satu sepanduk yang ada di tembok sekolahku. Di sepanduk tersebut tertuliskan “Sekolah Gratis”.
Krisis
”. Kami semua berfikir , apakah sekolah itu benar – benar gratis atau tidak ya ? kalau gratis kok, masih ada orang tua yang masih bingung memikirkan permasalahan biaya sekolah anaknya ya, apa karena memang masyarakatnya yang bodoh atau pemerintahnya yang bodoh atau masyarakat yang dibodohi pemerintah atau pemerintah yang di bodohi masyarakat.
Reaksi
Sampek sekarang permasalahan yang berhubungan dengan sekolah memang tidak ada akhirnya .
Koda
Kring…kring…kring bel tanda masuk kelas berbunyi. Kami semua masuk kelas unutk melanjutkan pelajaran selanjutnya.


9 komentar: